...
no tags
Maria Cicilia Galuh
30 July 2018

Jakarta, GoHitz.com - ALTAJARU kembali menggelar pertunjukkan musik instrumental yang memukau dengan mengusung tema “BATANG AIE” yang terinspirasi dari perjalanan aliran sungai, mulai dari hulu ke hilir.

“Saya memberikan judul untuk komposisi musik ini ‘BATANG AIE’. Dalam bahasa Minang Batang Aie artinya sungai dan di dalam sungai banyak sekali dinamika-dinamika, mulai dari hulu hingga ke hilir,” ujar komposer sekaligus pentolan ALTAJARU Anusirwan kepada Gohitz di Jakarta.

Dia juga menambahkan bahwa dirinya terinspirasi dari peristiwa-peristiwa saat ini, di mana masyarakat sudah tidak mempedulikan pelestarian sungai dan bahkan ruang sungai sekarang semakin dipersempit oleh ulah manusia yang tidak terkendali.

“Sungai itu semakin kecil karena penebangan hutan serta pembukaan ladang baru yang begitu banyak. Bagaimana kita mempertahankan kelestarian sungai, itu sulit. Itulah yang menyebabkan musik ‘BATANG AIE’ muncul,” kata Anusirwan usai menggelar pertunjukkan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Pertunjukkan musik “BATANG AIE” terbilang unik. Unik karena para personel memadukan permainan terompet dengan alat-alat musik yang terbuat dari barang sehari-hari,seperti seruling pipa paralon, kecapi dari senar piano dan bedug drum plastik hasil karya improvisasi personel ALTAJARU.

Pola ritmik dalam musik “BATANG AIE” sendiri didominasi dari irama Minang. Permainan nada-nada terompet serta seruling, tabuhan perkusi dan pukulan gong saling yang diiringi nada-nada teriakan berpadu satu sama lain guna menggambarkan dinamika perjalanan sungai.

Musik hasil karya komposer Anusirwan ini juga tidak terbagi menjadi beberapa lagu. Ibarat aliran sungai yang mengalir begitu saja sebagai satu kesatuan, penonton diajak berimajinasi lewat nada-nada meriah dimana air sungai masih jernih namun kemudian dibawa ke nuansa kelam yang menggambarkan air yang mulai kotor.

Pertunjukan “BATANG AIE” yang dibawakan oleh ALTAJARU itu merupakan bagian dari acara yang digelar POSTFEST. Mengusung tema “the Arts Force Awaken”, acara ini berlangsung di beberapa teater Taman Ismail Marzuki mulai dari tanggal 21 Juli hingga 5 Agustus 2018.

 

Teks & Foto : Suharsana Aji
Editor : Maria Cicilia Galuh
     

 

Baca Juga




Baca Juga

5 Fakta Membanggakan Tari Poco-Poco Massal Indonesia
6 08 2018
Art Jakarta 2018, Pameran Seni Yang Wajib Dikunjungi Anak Kekinian
3 08 2018
'Potret Diri Sebagai Kaum Munafik', Persembahan Tisna Sanjaya di Usia 60 Tahun
21 07 2018
Immersive Dining: Kawinkan Pertunjukan Teater Dan Jamuan Makan
11 07 2018