...
no tags
Anggarini Paramita
29 June 2018

Jakarta, GoHitz.com - Belakangan ini aliran musik folk memang lagi naik daun di Indonesia. Banyak musisi folk lokal yang karya-karyanya berhasil mencuri hati para penikmat musik. Sebut saja, Endah N Rhesa, Silampukau, Banda Neira, Nostress, Stars and Rabbit, Payung Teduh, dan Jason Ranti. Karya-karya mereka sukses mengangkat kembali kejayaan skena musik folk yang pernah bersinar di era 1970-an.

Kembali populernya lagu-lagu bergenre folk ini membuat banyak musisi folk pendatang baru mulai bermunculan. Salah satu nama yang layak untuk diperhitungkan adalah Heidi Nasution. 

Heidi hadir dengan image sebagai solois folk perempuan. Berbekal kemampuannya dalam bermain gitar dan menciptakan lagu, serta vokalnya yang berkarakter, dara 20 tahun ini mencoba memberikan warna baru di blantika musik Indonesia.

Baru-baru ini GoHitz berkesempatan untuk mewawancarai perempuan kelahiran Bogor, 30 Januari 1998 tersebut. Bertempat di Studio Aquarius Musikindo, Pondok Indah, Jakarta Selatan, GoHitz menanyakan berbagai hal, mulai dari awal dirinta berkecimpung di dunia musik, hingga keberhasilannya merilis single perdana berjudul "Soon Finland" yang dirilis pada tahun 2018 lalu.

G: GoHitz, H: Heidi

G: Bagaimana latar belakang kamu bisa terjun ke dunia musik?

H: Awalnya memang dorongan keluarga, waktu itu aku mulai main drum umur 6 tahun kelas 1 SD. Itu satu-satunya instrumen yang benar-benar aku les, yang lainnya otodidak. Aku menemukan cinta (terhadap musik) dari situ. Dan memang dicekokin musik juga sama bokap nyokap. Nyokap penyanyi, bokap instrumentalis sama penyanyi juga. Aku aktif main drum sampai umur 16. Tapi aku belajar gitar dari umur 7 tahun. Aku mulai nulis musik di umur 12 tahun Sampai akhirnya aku menemukan soundcloud di usia 15 tahun. Dari situ aku mulai bikin lagu.

G: Kapan mulai tertarik jadi penyanyi?

H: Jadi aku saat itu benar-benar mulai jatuh cinta sama gitar dan nyanyi. Kayaknya esensi jiwa aku itu di situ. Akhirnya, memutuskan untuk solo. Dan aku memang sangat senang solo. Sebelumnya kan nge-band, main drum. Genre yang aku mainin dulu itu progresif rock atau metal. Ja,di memang bertolak belakang sama genre yang sekarang. Nah, terus nyokap kan juga penyanyi, kakak aku vocal coach. Aku tahu sebenarnya aku bisa nyanyi, tapi karena perbandingannya sama mereka (nyokap dan kakak), aku agak kurang percaya diri. Tapi, pas SD gitu banyak yang minta aku buat nyanyi. Nah, dari situ SD, SMP, SMA mulai sering ngisi acara. Jadi dari situ awalnya.

G: Lalu, bagaimana ceritanya sampai kamu akhirnya bisa dikontrak oleh salah satu label musik besar di Indonesia?

H: Awalnya, itu dari soundcloud. Jadi pokoknya setiap aku bikin lagu, aku rekam di handphone terus  diunggah. Dan itu banyak banget. Sampai akhirnya aku bikin lagu yang menurutku emang bagus dan aku suka. Judulnya Soon Finland. Itu satu-satunya lagu yang pada saat itu aku rekam secara profesional. Jadi itu lagu yang aku rilis sendiri di berbagai musik platform dan ternyata responnya sangat baik. Dari situlah Aquarius (Musikindo) menemukanku pada Januari ini.

G: Dan Soon Finland menjadi lagu perdana yang kamu rilis bersama Aquarius Musikindo?

H: Yap!

G: Lagu Soon Finland ini berkisah tentang apa?

H: Lagu ini aku buat pas kelas 3 SMA. Saat itu aku memang lagi pacaran sama seseorang yang tinggal di Finlandia. Makanya di liriknya itu lebih kepada ekspektasi dan rencana aku buat ke Finlandia. 

G: Berarti sekarang lagi sibuk promo?

H: Selama ini kalau misalkan gigs enggak banyak sih. Sekarang aku lebih promosi ke media, kayak ke radio. Sebentar lagi aku juga bakal ke Bandung buat promosi.

G: Apa sih tujuan kamu dalam bermusik?

H: Aku ingin bikin musik yang lebih peaceful dan kalem, tapi honest sama diri aku sendiri. Jadi, aku ingin jujur. Apapun karya yang aku bikin, aku ingin jujur sama diri aku sendiri.

G: Siapa yang jadi musisi idola kamu?

H: Kalau di luar negeri itu ada Bob Dylan, Matt Maltese, Kimya Dawson sama Keaton Henson. Kalau dalam negeri, yang sekarang ini Bin Idris dan Jason Ranti.

G: Kenapa kamu mengagumi mereka?

H: Karena jujur. Kayak "i dont care about the market, i just wanna sing". Hehe

G: Kenapa kamu ingin jadi musisi?

H: Mimpi sih. Aku dari kecil memang mau jadi musisi. Kayaknya keren banget gitu kan. Tapi dulu kan aku penginnya jadi drummer. Tapi mungkin Tuhan berkata lain. Dan aku memang menemukan diri aku di gitar dan nyanyi.

G: Kalau boleh tahu, sekarang kamu lagi menempuh pendidikan apa?

H: Sekarang ini aku enggak kuliah. Tapi aku ada rencana mau masuk SAE (Institute). Aku pengin ambil music production, karena aku ingin punya degree.

G: Sudah ada rencana untuk project terdekat?

H: Untuk tahun ini 2018 aku akan rilis 2 single lagi. Tahun depan baru akan solo album.

G: Boleh dibocorin tentang single yang mau dirilis ini?

H: Masih rahasia, hehe.

G: Apa hobi kamu selain bermusik?

H: Melukis dan menulis. Menulisnya biasanya puisi. Aku juga hobi jalan-jalan, biasanya ke museum dan galeri.

G: Kalau ingin kenal kamu lebih jauh, bisa berinteraksi dimana?

H: Aku ada Instagram di @pixelheidi dan channel youtube di Pixel Heidi. 

Teks : Fathur Rochman
Editor : Paramita
Foto : Kahfie Kamaru

 

Baca Juga




Baca Juga

Rumah Langit, Tempat Belajar Gratis Bagi Anak-anak Kurang Mampu
3 07 2018
Cerita Inspiratif Kevin Naftali Sang Pendiri Kevas Co.
20 05 2018
Ini Sosok Ibu Bagi Tenaga Kerja Indonesia Di Taiwan
14 05 2018
Kisah Menarik Dua Pejuang Air Lestarikan Lingkungan
3 05 2018