...
no tags
Anggarini Paramita
19 April 2018

Jakarta, GoHitz.com – Sebagai salah satu negara dengan lebih dari 300 kelompok etnik atau suku bangsa, Indonesia jelas memiliki ratusan bahkan ribuan warisan budaya bernilai seni tinggi dan beragam. Jejak-jejak yang merepresentasikan kekayaan budaya tersebut, salah satunya bisa kita temukan dalam bentuk perhiasan yang menggambarkan keindahan filosofis dan sejarah dari masing-masing budaya di Indonesia.

Hal inilah yang mendasari peluncuran Koleksi Perhiasan Nusantara oleh The Palace Jeweler, yang terbagi dalam tiga seri, yaitu Nusa, Anta, dan Tara.

“Koleksi ini hendak menampilkan esensi budaya Indonesia yang kaya, indah, serta menawan dalam ragam koleksi gelang, cincin, anting-anting, dan kalung. Terdiri dari 86 jenis perhiasan, kami menghadirkan perhiasan dengan kadar emas yang tepat dan beragam pilihan berlian yang berkualitas,” ujar Jelita Setifa, General Manager The Palace, di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (19/4).

Meskipun mengambil tema tradisional, lanjut Jelita, Koleksi Perhiasan Seri Nusantara tetap terbalut dengan nuansa modern dan kekinian.

“Kalau dulu, perhiasan identik dengan upacara adat dan digunakan hanya oleh kalangan tertentu, seperti raja dan bangsawan. Nah sekarang, kami ingin mengajak wanita-wanita Indonesia untuk mengenakan perhiasan berciri nusantara ini dalam acara sehari-hari,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, deretan koleksi perhiasan seri Nusantara ini mengambil inspirasi dari beragam perhiasan tradisional yang tersebar di Indonesia.

“Bekerja sama dengan desainer senior Indonesia, Samuel Wattimena, koleksi terbaru dari The Palace ini merupakan langkah awal untuk mengeksplorasi lebih dalam kekayaan dan keunikan perhiasan suku-suku di Indonesia yang masih tersimpan dan belum terungkap,” imbuh Jelita.

Menyusul seri Nusa yang telah diperkenalkan pada tahun 2017 yang lalu, Samuel Wattinema menjelaskan, kehadiran seri Anta dan Tara tidak hanya sekadar mereplika perhiasan tradisional.

“Saya selalu berusaha menghadirkan kekayaan Indonesia di setiap karya-karya saya. Koleksi seri Nusantara ini, misalnya, mengambil tema besar dari masing-masing perhiasan tradisional, yang kemudian dimodifikasi dengan desain serta motif kekinian, juga ditambah sentuhan emas dan berlian,” kata desainer yang juga staf khusus Menteri Koperasi dan UKM ini.

Samuel melanjutkan, setiap seri dari Koleksi Perhiasan Nusantara ini memiliki makna dan filosofis yang berbeda-beda satu sama lain.

Seri Nusa ini terinspirasi dari perhiasan Pending yang biasa digunakan di masyakarakt di Sumatera dan Jawa 

“Seri Nusa, yang artinya rangkaian kepulauan, mewakili ciri khas perhiasan dari Indonesia bagian Barat, yaitu Sumatera dan Jawa. Seri Nusa tetap menampilkan bentuk pending atau oval, dari asimilasi budaya masyarakat peranakan Tiongkok dengan budaya lokal,” lanjutnya.

Seri Anta, yang berarti angan-angan seseorang, mewakili bentuk perhiasan dari budaya masyarakat di Nusa Tenggara Timur.

Seri Anta ini terinspirasi dari siluet perhiasan Mamuli, Taka, dan Marangga dari daerah Sumba 

“Anta mengadopsi tiga bentuk perhiasan, yaitu Mamuli dan Marangga dari Sumba, serta Taka dari Ngada. Ketiganya memiliki peranan penting bagi masyarakat NTT, terutama dalam upacara adat. Nah, tanpa menghilangkan esensi dari masing-masing perhiasan tersebut, saya meminjam motif-motifnya yang etnik untuk kemudian menjadi desain di gelang dan anting,” sambung Samuel.

Berikutnya, seri Tara atau perempuan dengan kebebasan jiwa dan menyatakan keberhasilan juga prestasi hidup sejati, yang diracik Samuel dengan dominasi bentuk lingkaran.

Seri Tara ini terinspirasi dari siluet perhiasan tradisional di daerah Maluku Tenggara dan Timor 

“Seri ini mewakili bentuk perhiasan Indonesia bagian Timur yang terinspirasi perhiasan Mas Bulan Base, Belak, serta Pepek Sortil dari daerah Maluku Tenggara dan Timor. Motif utama dari perhiasan ini adalah matahari, yang dipercaya melambangkan emas,” jelas desainer kelahiran Jakarta ini.

Di tangan Samuel, koleksi perhiasan etnik yang akan tersedia di 12 toko The Palace Jeweler mulai April 2018 ini, esensi tradisional berpadu apik dengan tampilan modern nan mewah lewat perpaduan antara emas, berlian, dan sirkon. “Harus diingat, perhiasan tak boleh mendominasi busana yang dipakai, sehingga desain perhiasaan harus eye catching. Artinya, perhiasan harus bisa mencuri perhatian,” tegasnya.

Ajakan untuk semakin mencintai budaya Nusantara ini juga ditegaskan oleh Puan Maharani, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, yang turut hadir.

“Saya sangat mengapresiasi peluncuran koleksi perhiasan seri Nusantara ini sebagai salah satu upaya untuk mempopulerkan perhiasan berciri khas Indonesia. Tak hanya sekedar menampilkan desain yang modern, koleksi ini akan memiliki sisi historis dan nilai untuk dikenang, sekaligus juga menjadi salah satu identitas bangsa Indonesia,” ujar Puan.

Tak hanya dikenakan saat acara-acara resmi, lanjut Puan, perhiasan berciri nusantara juga hendaknya dikenakan sehari-hari.

“Dengan adanya makna mendalam pada perhiasan lokal yang kini diadaptasi secara modern; kami rasa masyarakat tidak hanya sekadar mendapatkan keindahan, tetapi juga mencerminkan semangat nasionalisme dari perhiasan-perhiasan tersebut,” tandasnya.

Teks  : Paramita 
Foto : Paramita & Ist
     
 
 
 
 
 

Baca Juga




Baca Juga

Para Pria Harus Tahu, Begini Cara Memilih Jam Tangan
10 07 2018
Ini Alasan Jam Tangan Asal Swiss Terkenal di Penjuru Dunia
31 05 2018
Intip Koleksi Rinaldi Yunardi di Gelaran Ramadhan Ladies Bazaar
29 05 2018
Tetap Bergaya Saat Musim Dingin dengan Mengenakan 4 Topi Ini
22 05 2018